Seru dan Edukatif! Hari Ke-3 MPLS SMA PAMOR Cikampek Bekali Siswa Keterampilan Penanggulangan Kebakaran Bersama Damkar Karawang
CIKAMPEK – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA PAMOR Cikampek terus menghadirkan rangkaian kegiatan yang tidak hanya berfokus pada pengenalan akademik, tetapi juga pada pembekalan life skills atau kecakapan hidup. Memasuki hari ketiga, suasana lapangan sekolah terasa lebih hangat dan memacu adrenalin. Pasalnya, pihak sekolah menghadirkan langsung tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Karawang untuk memberikan simulasi dan edukasi mengenai Penanggulangan Bencana Kebakaran.
Kegiatan yang berlangsung antusias ini dipimpin langsung oleh Bapak Bambang, Komandan Regu (Danru) Damkar Kabupaten Karawang, dan disaksikan oleh jajaran guru serta ratusan peserta didik baru.
Visi Sekolah: Mencetak Generasi Tanggap dan Waspada
Kepala SMA PAMOR Cikampek, Ibu Sri Meidawty, S.Pd, MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa materi penanggulangan kebakaran merupakan salah satu agenda wajib dalam MPLS tahun ini. Menurut beliau, keselamatan jiwa dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat adalah bekal penting yang harus dimiliki setiap siswa.
“Pendidikan di SMA PAMOR Cikampek bertujuan untuk mencetak generasi yang tangguh di segala situasi. Kami menyadari bahwa musibah seperti kebakaran bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, baik di sekolah maupun di rumah. Oleh karena itu, melalui kehadiran tim Damkar Karawang hari ini, kami berharap anak-anak memiliki pengetahuan dasar yang tepat, tidak panik saat menghadapi keadaan darurat, dan mampu menjadi pelopor keselamatan bagi lingkungan sekitarnya,” tutur Ibu Sri Meidawty, S.Pd, MM.
Edukasi dan Simulasi Langsung Bersama Bapak Bambang (Danru Damkar)

Sesi materi diambil alih oleh Bapak Bambang bersama timnya yang hadir dengan seragam dinas lengkap dan unit mobil pemadam kebakaran. Beliau memulai sesi dengan memberikan pemahaman teori dasar mengenai “Segitiga Api” (unsur pembentuk api), penyebab umum kebakaran di area permukiman seperti korsleting listrik dan kebocoran tabung gas, hingga cara mencegahnya.
“Kunci utama saat menghadapi awal mula terjadinya api adalah satu: Jangan Panik! Kepanikan justru akan membuat kita mengambil keputusan yang salah dan membahayakan nyawa,” tegas Bapak Bambang di hadapan para siswa.
Setelah pemaparan teori, kegiatan dilanjutkan dengan sesi simulasi praktik yang disambut sorak-sorai antusias dari para siswa. Bapak Bambang dan tim Damkar Karawang memperagakan dua metode pemadaman api, yaitu:
- Pemadaman Tradisional: Menggunakan alat seadanya yang mudah ditemukan di rumah, seperti karung goni, handuk, atau selimut tebal yang sudah dibasahi air untuk memutus oksigen pada sumber api.
- Pemadaman Modern: Cara menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan teknik yang benar dan aman.
Uji Nyali Siswa dalam Memadamkan Api

Suasana semakin riuh ketika Bapak Bambang menantang beberapa perwakilan siswa baru dan guru untuk mempraktikkan langsung cara memadamkan api yang telah disiapkan secara terkontrol di tengah lapangan. Meski awalnya ragu, berkat bimbingan intensif dan standar keamanan yang ketat dari tim Damkar, para siswa berhasil memadamkan kobaran api menggunakan karung goni basah dan APAR.
Kegiatan MPLS hari ketiga ini ditutup dengan sesi foto bersama di depan armada mobil pemadam kebakaran. Melalui pembekalan langsung dari tim Damkar Karawang, siswa-siswi SMA PAMOR Cikampek kini tidak hanya resmi menjadi bagian dari keluarga besar sekolah, tetapi juga telah dibekali dengan ilmu berharga yang sewaktu-waktu dapat menyelamatkan nyawa.